Setiap kali Imam Besar Perjanjian Lama mengadakan pendamaian atas dosa
umat Allah, ia wajib memercikan darah domba pada Tutup Pendamaian Tabut
Perjanjian. Jadi tepat sekali Imam Besar Agung Perjanjian Baru, Yesus
Kristus disalibkan di atas Bukit ini agar darahNya dapat masuk ke dalam
rongga Bukit ini saat terjadi gempa bumi yang dahsyat dan menetes ke
atas Tutup Pendamaian Tabut Perjanjian. Sangat akurat penempatan Tabut
Perjanjian dalam rongga dalam Bukit ini dan posisi salib
ditancapkan di atas Bukit ini. Dengan demikian rongga Bukit ini telah
menjadi Ruang Maha Kudus untuk ditempati Tabut Perjanjian. Di Bukit ini
pula Abraham batal persembahkan Ishak karena ada anak domba yang
tersangkut belukar yang menggantikan Ishak. Merenungkan semua yang telah
Allah lakukan untuk memperdamaikan kita dengan darah anak dombaNya,
kita tidak mampu membalaskan kasihNya yang tak bersyarat dan tak
berkesudahan. Sebab itu kami tidak ingin mengecewakan hatiNya seperti
sahabat-sahabat Ayub, melainkan kami ingin terus menyenangkan hati
manisNya seperti Ayub dengan berkata-kata yang benar tentang Dia dengan
bibir yang bersih: Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala
sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal. (Ayub 42:2, Zefanya 3:9)
http://kebenaranyesus.blogspot.co.id/2012/11/tabut-perjanjian-allah-dan-sampel-darah.html
Sebab itu kami tidak ingin mengecewakan hatiNya seperti sahabat-sahabat Ayub, melainkan kami ingin terus menyenangkan hati manisNya seperti Ayub dengan berkata-kata yang benar tentang Dia dengan bibir yang bersih: Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal. (Ayub 42:2, Zefanya 3:9) http://www.jesoes.com/alkitab/ayb/42/7?korean=0#7
BalasHapus